Saat masa pacaran menginjak bulan ketiga, dunia terasa begitu indah. Menginjak bulan keenam, perasaan itu nggak banyak berubah. Tapi, menginjak anniversary setahun, kok cewek-cewek lain jadi kelihatan lebih cantik, ya? Ditambah rasa bosan yang tiba-tiba menyergap kala berduaan dengan pacar. Wah, gawat! Itu namanya long-term relationship syndrome alias penyakit pacaran lama. Padahal, bisa bertahan selama itu kan nggak gampang. Nah, biar tetep awet selamanya, ini dia resepnya!
Banyak Bercanda
Sederhana, kan? Kamu nggak perlu buang uang dan buang energi. Cuma butuh sedikit membuang waktu buat berduaan dengannya. Satu lagi, kamu perlu sedikit membuang rasa malu. Tapi, dijamin nggak bakal sia-sia. Sebagai awal, kamu bisa memulai obrolan. Santai aja. Pasti ada kesempatan buat melempar joke segar, kok. Nggak usah maksa kalau nggak pengin jayus. Yang paling penting, jangan takut nggak lucu. Cewek baik pasti menghargai guyonan-guyonan kalian, kok. At least, dia pasti ketawa. Ikhlas atau enggak, itu urusan belakangan. He he he. Kamu juga nggak tahu kan dulu dia nerima kamu karena memang ikhlas atau terpaksa. Ho ho… Peace!
Jaga Komunikasi
Sesibuk apa pun, komunikasi tetep harus jalan. Nggak susah, kok. Kalau nggak bisa ketemu, sempatkan menghubunginya lewat telpon atau SMS. Weits, nggak pakai alasan nggak punya pulsa. Kalau emang nggak bisa mengorbankan waktu buat dia, kamu wajib mengorbankan yang lain dong! Misalnya, puasa tiap dua hari sekali biar bisa rutin isi pulsa. He he he. Meski sekedar say hello, hal-hal begini berarti banget buat menjaga hubungan kalian. Kalau masih punya waktu yang cukup longgar, coba tanyain keadaan dan agendanya hari ini. Seandainya bisa, atur juga jadwal buat ketemuan. Nggak perlu lama, lebih penting kualitas daripada kuantitas waktu ketemuan.
Berbagi Pikiran
It takes two to tango. Pernah dengar istilah ini, kan? Segalanya memang bakal lebih asyik kalau dilakukan berdua. Ya udah deh, kalau nggak tahu, Dewi Cinta nggak maksa. Dewi Cinta ganti deh dengan ungkapan yang pasti kamu tahu: ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Tahu kan maksudnya kalau yang itu? Artinya nggak jauh beda sama yang ini. Semuanya pasti lebih fun kalau tidak dilakukan sendiri. Termasuk dalam hal membuat keputusan. Lebih enak kalau punya partner bicara kan, daripada boneka yang bisanya cuma angguk-angguk saat kamu berkoar-koar? So, jangan ragu nanyain pendapatnya. Tentang urusan sekolah, masalah dengan sohib, atau dandanan yang oke. Dengan begini, dia bakal merasa dibutuhin dan dihargain banget. Ujung-ujungnya, nggak ada lagi deh acara berantem gara-gara kamu terlalu cuek. Oke?